Jalanhijrah.com- Islam pada masa kejayaannya memiliki banyak ahli ilmu di bidang kedokteran. Salah satunya Al-Din Abu Al-Hasan Ali Ibn Abi al-Hazm al-Qarshi al-Dimashqi, dikenal dengan nama Ibnu Nafis. Beliau lahir pada 1213 di Damaskus dan menghabiskan masa kecilnya di kota tersebut hingga menjelang dewasa.Beliau adalah ilmuwan Islam hebat. Beliau belajar ilmu Al-Qur’an terlebih dulu dan menjadi penghafalnya. Kemudian belajar membaca dan menulis hadis, serta bahasa Arab.
Beliau menjadikan Al-Qur’an sebagai ilmu dasar untuk dipelajari. Dengan belajar dan memahami Al-Qur’an, insyaallah akan memperkokoh keimanan. Inilah yang menjadikan para ilmuwan muslim memiliki karakter yang kuat. Mereka bersungguh-sungguh dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Dorongan aktivitas mereka adalah lillah.
Setelah belajar ilmu dasar, Ibnu Nafis menempuh pendidikan di bidang ilmu kedokteran. Salah seorang gurunya bernama Muhalthab al-Din Abd al-Rahim. Selain belajar ilmu kedokteran, beliau juga belajar hukum Islam. Beliau kemudian dikenal sebagai pakar ilmu kedokteran dan ilmu hukum Islam.
Ibnu Nafis kemudian pindah ke Kairo, Mesir, pada usia 23 tahun. Di kota ini beliau bekerja di rumah sakit al-Nassir. Hingga akhirnya beliau menjadi kepala di rumah sakit tersebut.
Selama menjalani profesi sebagai dokter, Ibnu Nafis tidak berhenti belajar. Beliau terus melakukan penelitian dengan melakukan pengamatan dan mengumpulkan data-data. Beliau terus memperkaya ilmunya.
Ibnu Nafis menjadi dokter pertama yang menerangkan secara tepat tentang paru-paru, saluran pernapasan, serta interaksi antara saluran udara dengan darah dalam tubuh manusia.
Selain melakukan pengobatan, juga perlu memeriksa unsur apa saja yang menyebabkan munculnya penyakit. Selain itu, beliau juga menjelaskan fungsi pembuluh arteri dalam jantung sebagai pemasok darah bagi otot jantung (cardiac musculature).
Beliau menemukan ilmu peredaran darah di paru-paru dan menjadi penemuan yang sangat menarik. Hingga kemudian Ibnu Nafis dianggap berkontribusi besar bagi perkembangan ilmu kedokteran pada abad XVI. Dengan penemuan tersebut beliau dianggap sebagai tokoh pertama dlama ilmu sirkulasi darah. Masyaallah tabarakallah.
Beliau memiliki karakter Islami yang kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan pemikiran Barat. Semoga akan lahir generasi kita yang cerdas, memahami Al-Qur’an, dan ilmuwan yang karyanya bermanfaat untuk masyarakat luas. Amin.






