Home / Fikih Harian / Bacaan Lengkap Takbiran Idul Fitri: Arab, Latin, dan Terjemahnya

Bacaan Lengkap Takbiran Idul Fitri: Arab, Latin, dan Terjemahnya

Mengumandangkan takbir di malam hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha merupakan amalan sunnah bagi umat Islam. Untuk Idul Fitri, waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan hingga dimulainya shalat Idul Fitri.

Anjuran mengumandangkan takbir ini berdasarkan firman Allah yang masih berkaitan dengan bulan Ramadhan, yaitu pada Surat Al-Baqarah ayat 185 sebagaimana berikut:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ

Artinya: “…Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.”

Dalam kitab Majmu, Imam Nawawi menjelaskan bahwa mengumandangkan takbir di malam Ied dibaca sebanyak 3 kali. Berikut ini adalah lafal atau bacaan takbiran Idul Fitri yang dilengkapi dengan teks latin dan terjemahannya.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

Imam Nawawi menerangkan, setelah membaca 3 kali takbir tersebut kemudian dilanjutkan dengan membaca lafal berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Allâhu akbar kabîrâ, walhamdu lillâhi katsîrâ, wa subhânallâhi bukratan wa ashîlâ, lâ ilâha illallâhu wa lâ na‘budu illâ iyyâhu mukhlishîna lahud dîna wa law karihal kâfirūn, lâ ilâha illallâhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzâba wahdah, lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji Allah dengan sebanyak-banyaknya pujian. Maha suci Allah di waktu pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama, meskipun orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, menghancurkan pasukan musuh dengan keesaan-Nya. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar.” (Imam Nawawi, Majmu Syarah al-Muhadzab [KSA, Maktabah Al-Irsyad: t.t], juz V, halaman 36-37)

Umumnya, lafal takbir yang dikumandangkan masyarakat di malam hari raya ada sedikit tambahan dan hal itu tidak masalah bahkan dinilai cukup baik, sebagaimana berikut:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar. Lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar. Allâhu akbar wa lillâhil ḫamdu. 

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah.”

Demikian lafal takbiran Idul Fitri yang dilengkapi dengan teks latin dan terjemahannya. Lafal takbiran ini bisa dikumandangkan sejak terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan. Wallahu a‘lam.