Menjaga Perdamaian, Ibadah Yang Paling Utama Dalam Agama Islam

Jalanhijrah.com-Dunia ini sedang tidak baik-baik saja, begitulah banyak netizen mengomentari berkecamuknya perang antara Rusia dan Ukraina serta Israel dengan Palestina. Perang, apapun hasilnya, menang atau kalah tetap meninggalkan sebuah luka. Oleh karenanya, dalam Agama Islam menjaga perdamaian dan menghindari peperangan adalah ibadah yang paling utama.

Perlu diketahui bersama bahwa perdamaian adalah pangkal dari kebaikan dalam beragama. Bagaimana bisa beragama dengan baik jika situasinya sedang perang, bagaimana mau melakukan shalat berjamaah jika takut bom meledak, bagaimana mau bersedekah sedangkan nyawanya terancam. Oleh karenanya menjaga perdamaian adalah ibadah paling utama dalam Agama Islam.

Dalam Al-Quran sendiri, sangat jelas diperintahkan orang yang beriman untuk senantiasa menjaga perdamaian.

يَا اَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا ادْخُلُوا فِى السِّلْمِ كآفَّةً.

Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, masuklah dalam kedamaian secara menyeluruh,” (Q.S. al-Baqarah [2]: 208)

Thahir bin Asyur dalam Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir menerangkan bahwa hakikat makna al-silm dalam ayat diatas adalah al-shulh (perdamaian) dan tark al-muharabah (meninggalkan peperangan atau saling membunuh).

Menjaga perdamaian ini merupakan kewajiban sebagai seorang muslim sebagaimana perintah ayat diatas. Oleh karenanya dalam situasi apapun tetaplah jaga perdamaian dan jangan sampai terpancing fitnah-fitnah yang memecah belah terutama di tahun-tahun politik.

Nabi Muhammad dalam sebuah sabdanya juga menerangkan dengan amat jelas bahwa ibadah yang paling utama itu mendamaikan dua orang yang berseteru.

Baca Juga  Madrasah Menjadi Pabrik Teroris?

أَلاَ أُخْبِركُمُ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّياَمِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوْا: بَلَى، قَالَ: صَلاَحُ ذَاتِ البَيْنِ؛ فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ البَيْنِ هِيَ الحَالِقَةُ

Artinya: “Maukah aku beritahukan kepadamu perkara yang lebih utama daripada puasa, shalat dan sedekah ?. Para sahabat menjawab, “Tentu wahai Rasûlullâh.” Beliau bersabda, “Yaitu mendamaikan perselisihan diantara kamu, karena rusaknya perdamaian diantara kamu adalah pencukur atau perusak”.

Walhasil, marilah kita semua senantiasa menjaga perdamaian. Karena perdamaian adalah pangkal dari kebaikan dalam beragama. Dengan perdamaian agama Islam akan mudah disyiarkan. Dengan perdamaian kebaikan akan mudah ditebarkan. Wallahu A’lam Bishowab.

Ahmad Khalwani

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *