Menu

Mode Gelap

Mujadalah · 19 Okt 2021 08:00 WIB ·

Ini Penyebab Kemunduran Umat Islam Menurut Hadis Nabi


					Ini Penyebab Kemunduran Umat Islam Menurut Hadis Nabi Perbesar

Jalanhijrah.com-Islam adalah agama yang abadi. Dalam Hadis juga dikatakan “Al Islamu ya’lu wa laa yu’la alaih”. Islam akan selalu unggul dan tidak akan pernah diungguli oleh agama lainnya. Oleh karena yang demikian Islam adalah agama yang akan selalu eksis dan selalu menang. Iya memang, Islam sebagai agama akan selalu abadi, tapi umat Islam, pemeluk Islam ini bisa juga mengalami kemajuan dan kemunduran karena beberapa penyebab dan pergolakan. Dan berikut penyebab kemunduran umat Islam menurut Hadis Nabi Muhammad.

Dalam rentetan sejarah kehidupan manusia, Islam telah memberikan warna bagi sejarah kehidupan manusia setidaknya 1500 tahun. Terhitung sejak risalah Islam di sampaikan oleh Nabi Muhammad. Selama waktu yang panjang itu, umat Islam pernah mengalami kejayaan, dan beberapa abad terakhir banyak yang menyatakan umat Islam mengalami kemunduran. Dan ini penyebab utama kemunduran umat Islam berdasarkan hadis Nabi

Nabi Muhammad bersabda

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Baca Juga  Membela MUI dari Susupan Teroris

Artinya: Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,” Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,” Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian Wahn. Kemudian seseorang bertanya,” Apa itu wahn ?” Rasulullah berkata,” Cinta dunia dan takut mati.” [HR. Abu Daud]

Penyebab Kemunduran Umat Islam

Berdasarkan hadis ini sangat jelas bahwa di akhir zaman, jumlah umat Islam itu sangat banyak, namun demikian jumlah yang banyak ini, kata Nabi bagaikan sampah yang dibawa air hujan. Hal ini karena umat Islam pada masa itu terserang penyakit Wahn. Yaitu penyakit cinta kepada dunia dan takut mati.

Penyakit cinta dunia ini adalah sebab utama kerusakan dunia ini, orang yang cinta dunia akan menghalalkan segala cara untuk menguasai seluruh aset di dunia. Ditambah perasaan takut mati yang merajalela, menyebabkan kemunduran umat Islam semakin menjadi.

Dari hadis ini, bisa diambil kesimpulan bahwa kemunduran umat Islam itu secara umum disebabkan oleh faktor internal. Yaitu tumbuhnya penyakit wahn. Oleh karenanya untuk kemajuan umat Islam cintailah dunia secara bijak, carilah harta sebanyak-banyaknya  untuk berjuang mencari ridho Allah bukan untuk kesenangan nafsu semata. Dan jadikanlah takutlah mati sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Ini yang Dimaksud dengan Seribu Bulan dalam Lailatul Qadar

24 April 2022 - 09:00 WIB

Ini yang Dimaksud dengan Seribu Bulan dalam Lailatul Qadar

Larangan Perilaku Flexing dalam Islam

23 Maret 2022 - 12:00 WIB

Larangan Perilaku Flexing dalam Islam

Tafsir QS. Ali Imran Ayat 159: Etika Musyawarah dan Faedah di Baliknya

9 Maret 2022 - 16:00 WIB

Tafsir QS. Ali Imran Ayat 159: Etika Musyawarah dan Faedah di Baliknya

Zikir Spesial Rasulullah Untuk Muadz Bin Jabal, Apa Itu?

6 Maret 2022 - 12:00 WIB

Walaupun secara tersurat hadis ini ditujukan kepada sahabat Muadz bin jabal. Namun secara tersurat hadis ini ditujukan juga kepada semua Umat Islam. Oleh karenanya Yuks amalkan zikir spesial Rasulullah

Sudahkah Kita Ikhlas dalam Beramal?

1 Maret 2022 - 09:00 WIB

Sudahkah Kita Ikhlas dalam Beramal?

Mengenal Makna Tarekat dalam Tasawuf

23 Desember 2021 - 12:05 WIB

Mengenal Makna Tarekat dalam Tasawuf
Trending di Mujadalah