Benarkah Memotong Kuku Di Hari Minggu Mendatangkan Kemiskinan?

Jalanhijrah.com-Ada sebuah pernyataan cukup membuat masyarakat bingung, yaitu memotong kuku di hari minggu bisa mendatangkan kemiskinan. Ditinjau dari segi agama apakah pernyataan ini benar?

Memang beredar sebuah hadis yang menyatakan tentang keutamaan potong kuku pada hari-hari tertentu. Namun banyak ulama yang menyatakan bahwa hadis tersebut adalah hadis mauduk atau hadis palsu.

مَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ السَّبْتِ خَرَجَ مِنْهُ الدَّاءُ وَدَخَلَ فِيهِ الشِّفَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الأَحَدِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْفَاقَةُ وَدَخَلَ فِيهِ الْغِنَى وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْعِلَّةُ وَدَخَلَ فِيهِ الصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الثُّلاثَاءِ خَرَجَ مِنْهُ المرض وَدَخَلَتْ فِيهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الأَرْبِعَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الوسواس وَدَخَلَ فِيهِ الأمْنُ وَالصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْخَمِيسِ خَرَجَ مِنْهُ الْجُذَامُ وَدَخَلَتْ فِيهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ دَخَلَتْ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَخَرَجَ مِنْهُ الذُّنُوبُ.

Artinya: “Siapa yang memotong kuku di hari Sabtu, keluar darinya penyakit dan masuk ke dalam dirinya kesembuhan. Siapa yang memotong kuku di hari Ahad, keluar darinya kemiskinan dan masuk padanya kekayaan. Dan siapa yang memotong kuku di hari Senin, keluar darinya penyakit dan masuk padanya kesehatan. Siapa yang memotong kuku di hari Selasa, keluar darinya penyakit dan masuk padanya afiyah. Barang siapa yang memotong kuku di hari Rabu, keluar darinya waswas dan masuk padanya keamanan dan kesehatan. Siapa yang memotong di hari Kamis, keluar darinya penyakit judam dan masuk padanya kesehatan. Siapa yang memotong kuku di hari Jumat masuk padanya rahmat dan keluar darinya segala dosa.”

Baca Juga  Standar Seseorang Dikatakan Istithaah atau Mampu Pergi Haji

Ini adalah hadis palsu yang banyak beredar di masyarakat. Dalam agama Islam tidak ada kepercayaan bahwa memotong kuku di hari minggu mendatangkan kemiskinan. Dalam Islam boleh memotong kuku di hari apa saja dan tidak ada kepercayaan apapun. Namun demikian, Rasulullah sangat menganjurkan untuk memotong kuku di hari Jumat. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Hajar Al Asqolani

ولم يثبت أيضا في استحباب قص الظفر يوم الخميس حديث وقد أخرجه جعفر المستغفري بسند مجهول ورويناه في مسلسلات التيمي من طريقه وأقرب ما وقفت عليه في ذلك ما أخرجه البيهقي من مرسل أبي جعفر الباقر قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يستحب أن يأخذ من أظفاره وشاربه يوم الجمعة وله شاهد موصول عن أبي هريرة لكن سنده ضعيف أخرجه البيهقي أيضا في الشعب وسئل أحمد عنه فقال يسن في يوم الجمعة قبل الزوال وعنه يوم الخميس وعنه يتخير وهذا هو المعتمد أنه يستحب كيف ما احتاج إليه (فتح الباري 10/346(

Artinya: “Tidak ada hadis yang dapat diterima tentang kesunahan memotong kuku di hari Kamis. Ja’far al-Mustaghfiri memang meriwayatkannya dengan sanad yang majhul dan kami juga meriwayatkannya dalam Musalsalat at-Taimiy dari jalurnya. Hadits yang agak dekat yang pernah saya temukan adalah hadis yang diriwayatkan Imam Baihaqi dari mursal Ja’far al-Baqir, ia berkata: “Rasulullah Saw menganjurkan memotong kuku dan kumis di hari Jumat.” Hadis ini punya syahid (pendukung) yang maushul dari Abu Hurairah, tapi sanadnya lemah. Ini diriwayatkan juga oleh Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Imam Ahmad ditanya tentang ini. Ia menjawab: “Disunahkan di hari Jumat sebelum matahari tergelincir.” Tapi ada juga riwayat dari beliau, disunahkan di hari Kamis. Ada juga riwayat lainnya dari beliau, hal ini sifatnya bebas (pilihan). Inilah pendapat yang muktamad (terpercaya); memotong kuku disunahkan kapan diperlukan.”

Baca Juga  Ramadan: Bulan Jihad Da’i Mempersatukan Umat Beragama

Dari pendapat ini jelas, memotong kuku adalah termasuk sunah Rasulullah dan kesunahan memotong kuku ini disunahkan kapan saja diperlukan dan tidak terkait dengan hari. Namun dalam berbagai riwayat keutamaan memotong kuku itu hari Jumat. Dan penting dalam Islam tidak ada kepercayaan bahwa memotong kuku di hari minggu mendatangkan kemiskinan. Wallahu A’lam.

Ahmad Khalwani

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *