Aktivis Khilafah Masih Menunggangi Isu Palestina?

Jalanhijrah.com-Banyak aktivis khilafah menolak ketika segala segala rupa aktivitasnya yang memanfaatkan isu Palestina diangkat ke permukaan. Mereka semua berdalih bahwa isu tersebut katanya adalah merupakan tuduhan keji.

Namun dalam pernyataannya, aktivis khilafah ini masih berani bersuara dan menjunjung khilafah sebagai sistem. Menurut mereka khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Oleh karena itu mereka mengatakan bahwa hanya khilafahlah yang menjadi jawaban dan solusi atas Palestina.

Pengakuan Aktivis Khilafah

Saya akan menulis secara verbatim ungkapan aktivis khilafah Wiwing Noeraini di bahwa ini:

“Meluasnya dakwah Khilafah yang diikuti dengan makin banyaknya umat yang menerima ide ini telah mengkhawatirkan banyak pihak, terutama mereka yang selama ini getol menyuarakan Islam moderat”, katanya.

Mereka masih ngotot tentang pendirian sistem khilafah. Secara sadar atau tidak sadar, di tengah perang Israel dan Palestina secara tega mereka mengobral dan menawarkan ide-ide khilafah. Pembaca sudah pasti sering melihat aktor-aktor ini berkoar-koar ketika berdemo tentang Palestina.

Bagi mereka, aksi atas Palestina sama halnya momentum paripurna untuk aksi menawarkan segala hal terkait khilafah. Makanya, di setiap aksi dan dukungan atas Palestina, mereka selalu membawa bendera dan tulisan kertas menyangkut khilafah. Jadi penunggangan atas aksi Palestina sudah berlangsung secara nyata.

Aksi Cepat Tilap

Ini belum lagi soal bantuan dan penggalangan dana Palestina. Melihat dari pengalaman yang telah terjadi/ada, aksi-aksi untuk Palestina telah dimanfaatkan sedemikian rupa. Mereka secara cerdik dan pandai melakukan penggalangan dana lewat aksi atau media sosial dengan mengatasnamakan Palestina. Kenyataannya, kita tidak tahu apakah bantuan kemanusiaan itu yang berjuta-juta itu sampai ke penduduk Palestina. Dulu ada Aksi Cepat Tanggap, takutnya berubah menjadi Aksi Cepat Tilap.

Baca Juga  Mengapa Kita Gampang Memulai Perdebatan Atas Sedikit Pengetahuan yang Dimiliki?

Mereka juga menolak narasi yang mengatakan bahwa soal Palestina adalah masalah kemanusiaan. Bagi mereka Palestina adalah masalah agama. Mereka mengatakan bahwa masalah Palestina adalah masalah umat Islam se-dunia, terkait dengan akidah dan syariat”.

“Ini salah satu masalah dari berbagai masalah yang dihadapi umat Islam, seperti kemiskinan, perpecahan, keterjajahan, dan lainnya yang diakibatkan oleh tidak adanya payung dunia Islam (baca: Khilafah) dan adanya kungkungan sistem kufur sekuler kapitalisme…,  justru Khilafah dan jihad adalah solusi hakiki Palestina, bagian dari ajaran Islam. Penegakan Khilafah adalah perintah Allah dan Rasul-Nya. Tanpa Khilafah, tak ada yang menjadi pelindung umat. Khilafah adalah solusi bagi seluruh masalah umat, dulu, sekarang, maupun nanti,” paparnya mengutip sabda Rasulullah saw.

Masalah Kemanusiaan

Jadi bagi mereka, meski banyak umat Kristen, Gereja, sekolah, dan tempat-tempat umat non muslim yang juga dibabat habis oleh Israel, aktivis khilafah ini akan tetap mengatakan bahwa hal tersebut adalah wilayah agama. Mereka selalu menarik perang ke dalam agama, karena kepentingan mereka adalah bagaimana khilafah ini tetap diperbincangkan kemudian berharap ditegakkan.

Padahal, untuk melepaskan diri dari berbagai kepentingan dan adil melihat perang Palestina-Israel, itu adalah masalah kemanusiaan, bukanlah masalah umat Islam. Itu masalah bangsa atau rakyat Palestina. Oleh karena itu, kita bersimpati kepada Palestina bukan berdasarkan agama, melainkan berdasarkan kepada kemanusiaan. Anda tidak perlu menjadi muslim untuk membela Palestina, Anda hanya perlu menjadi manusia.

Baca Juga  Turki Tingkatkan Rencana Pembangunan Pascagempa

Agus Wedi

By Redaksi Jalan Hijrah

Jalanhijrah.com adalah platform media edukasi dan informasi keislaman dan keindonesiaan yang berasaskan pada nilai-nilai moderasi dan kontranarasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *